Rainwater Harvesting

Rainwater Harvesting adalah sistem pengumpulan dan penampungan air hujan yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari baik dari skala perumahan hingga industrial. Rainwater Harvesting ini sudah dimanfaatkan dan dipraktikkan sejak dahulu untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Namun, dikarenakan perkembangan jaman, Rainwater Harvesting menjadi tidak berkembang dan masyarakat memilih untuk menggunakan air permukaan (air sungai dan air danau) serta air tanah untuk memenuhi kebutuhan air. Untuk keadaan indonesia saat ini, Berkurangnya daerah resapan air mengakibatkan terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Sehingga, pengaplikasian Rainwater Harvesting dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.


Indonesia memiliki curah hujan tinggi yaitu rata-rata 2000-3000 mm/tahun atau 150-300 mm/bulan. Jika dibandingkan dengan negara lain, indonesia termasuk negara yang sangat kompeten jika ingin menerapkan pengaplikasian Rainwater Harvesting. Dikarenakan keadaan Indonesia yang beriklim tropis, musim di Indonesia hanya terbagi menjadi 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau. Keadaan ini menjadikan Rainwater Harvesting lebih mudah dari maintenance dengan adanya iklim lain (seperti salju).


Air hujan sangat cocok untuk digunakan sebagai alternatif sumber air baku, dikarenakan dibandingkan dengan keadaan air sungai saat ini, air hujan memiliki kualitas yang lebih baik dan treatment yang lebih mudah. Selain itu, dengan keadaan air hujan yang datang dari atas, memudahkan pengaliran air tanpa harus menggunakan pompa untuk pendistribusian airnya.

Tujuan dan Manfaat Rainwater Harvesting

  1. Dengan menggunakan pemanfaatan air hujan sebagai sumber air, dapat menghemat hingga 25% biaya yang dikeluarkan untuk pasokan air bersih jika keadaan wilayah berada pada tempat yang tepat;
  2. Menjadi salah satu kiat untuk mencegah terjadinya banjir dan membantu tanah agar tidak terlampau jenuh;
  3. Memiliki cadangan air alternatif jika suatu saat air pasokan utama habis atau tidak beroperasi;
  4. Pengolahan air yang lebih mudah dibandingkan air permukaan (air sungai dan danau);
  5. Mengurangi pengambilan air tanah, karena pengembilan air tanah secara berlebih dapat menyebabkan Intrusi air laut dimana air laut masuk kedalam akuifer air tanah sehingga merusak kualitas air bersih yang ada;
  6. Memenuhi regulasi mengenai pemanfaatan air hujan serta pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

Tujuan

  1. Identifikasi potensi implementasi rainwater harvesting pada area Industri;
  2. Evaluasi sistem konservasi dan pengolahan air yang telah ada;
  3. Identifikasi kondisi lingkungan;
  4. Menyusun pra-desain untuk implementasi rainwater harvesting;
  5. Estimasi biaya dan potensi penghematan yang diperoleh;
  6. Menghitung dan menganalisa kelayakan ekonomi untuk pelaksanaan kegiatan rainwater harvesting;
  7. Merumuskan rekomendasi pelaksanaan kegiatan rainwater harvesting.

Jika memiliki pertanyaan seputar produk ini jangan ragu untuk menghubungi kami.